Online Support

BASORI
     
 
Jl. MT. Haryono Komp. Ruko BDI Blok II No. 07 Balikpapan - Kalimantan Timur
Telp. 0542 - 872644/ 878666
Fax. 0542 - 872464
 
 
 
Minggu, 20 Mei 2012
   
  HOME
 
  PROFIL
 
  PROGRAM
 
  PRODUK
 
  LAYANAN
 
  SEPUTAR ZAKAT
 
  BUKU TAMU
 
  GALERI
 
 
 
 
 
 

SEPUTAR ZAKAT

 
Pengenalan Zakat
Ditinjau dari segi terminologi, kata zakat merupakan kata dasar (masdar) dari kata zaka yang berarti berkah (Al-Barakatu), tumbuh (An-Numuw), bersih (At-Thohuru), dan baik atau beres (As-Sholahu). Zakat dari segi istilah fikih berarti sejumlah harta tertentu yang memenuhi syarat ketentuan agama yang diwajibkan Allah untuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak, yaitu (8) delapan golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 [selengkapnya...]

 
Zakat Perdagangan
Yang dinamakan harta dagangan adalah harta yang dimiliki dengan akad tukar yang memiliki tujuan untuk memperoleh laba, dan harta yang dimilikinya harus merupakan hasil usahanya sendiri. Syaik Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan menyebut al-urudh bentuk jamak dari ardh untuk perdagangan, kata tersebut memiliki makna segala sesuatu yang disediakan dalam kegiatan jual beli untuk mendapatkan laba. Dinamakan demikian karena dipajang untuk dijual belikan. Atau karena dipajang, lalu tidak ada lagi. Perniagaan tersebut di usahakan secara perorangan atau perserikatan seperti CV, PT, Koperasi, dsb. [selengkapnya...]

 
Zakat Pertanian
Kaslan A. Tohir sebagai mana dikutip oleh Drs. H. Mahjuddin, M. Pd. I ruang lingkup pertanian terbagi menjadi dua, pertama; pertanian dalam arti sempit atau pertanian dalam arti sehari-hari; yakni bercocok tanam. Kedua, pertanian dalam pengertian luas atau pertanian dalam arti ilmiah; mencakup bercocok tanam, perikanan, perternakan, kehutanan, pengolahan dan pemasaran hasil bumi. Pertanian dalam arti yang luas, mencakup beberapa macam kegiatan; yang antara lain didalamnya terdapat aspek teknik biologis dan aspek non-teknik-biologis.

Tanaman hasil bumi ada yang dapat ditakar dengan literan dan ada yang hanya dengan timbangan saja. Bila takaran dengan literan, nisabnya lima wasaq atau 900 liter dan bila ditimbang dengan alat timbangan seberat ± 653 kg. Padi, jangung, kedelai dan yang sejenisnya dapat ditakar dan ditimbang, kedua-duanya dapat dibenarkan. Tetapi jika hasil pertanian itu selain makanan pokok, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daun, bunga, merica dll, maka nishabnya disetarakan dengan harga nishab dari makanan pokok yang paling umum di daerah (negeri) tersebut (di negeri kita = beras).

Pada sistem pertanian saat ini, biaya tidak sekedar air, akan tetapi ada biaya lain seperti pupuk, insektisida, dll. Maka untuk mempermudah perhitungan zakatnya, biaya pupuk, intektisida dan sebagainya diambil dari hasil panen, kemudian sisanya (apabila lebih dari nishab) dikeluarkan zakatnya 10% atau 5% (tergantung sistem pengairannya). Besar zakat tanaman hasil pertanian dua kemungkinan, yaitu 1/10 (10%) bila memerlukan biaya yang besar dan 1/20 (5%), bila tidak memerlukan biaya yang besar. Jadi zakat yang dikeluarkan adalah;

1/10 x ± 653 kg = 65 kg, atau

1/20 x ± 653 kg = 33 kg

1/10 x 900 = 90 liter atau

1/20 x 900 = 45 liter.

Mengeluarkan zakatnya tidak harus menunggu satu tahun dimiliki, tetapi harus dilakukan setiap kali panen atau menuai. Allah berfiman dalam surah Al-An’am, 6: 141. “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”.

Penghitungan Zakat Pertanian:

a. Mencapai nishab ± 653 kg kg jika yang dihasilkan adalah makanan pokok
 
b. Jika selain makanan pokok, maka nishabnya disamakan dengan makanan pokok paling umum di daerah
   
c. Besar zakat 10% apabila diairi dengan air hujan, sungai atau mata air
   
d. Besar zakat 5% apabila diairi dengan cara disiram atau irigasi
   
     

Halaman :
[1] [2] [3] [4] [next >]
 
     
 
 
 
     
 
  • BERITA
  •  
     
  • United Tractors-BMH Gelar Workshop Guru
  • Hadirkan Fauzil Adhim, Bicara Parenting
  • BMH Gelar Pelatihan 'MBA' di Kutai Kartanegara
  • Tebar 1000 Kerudung Berkah
  • Tingkatkan Profesionalisme, Guru Paud Ikuti Pelatihan
  •  
     

     
     
  • AGENDA
  •  
     
  • Rumah Baca Anak
  • Pengajian dai tangguh
  • Pengajian dai tangguh
  • Isro mi'roj
  • Pengajian Jompo
  •  
     
     
     
  • DOWNLOAD
  •  
     
  • BMH News
  • Fatwa
  • Formulir
  • Buletin Silaturrahim
  •  
     
     
         
     
         
           
     
    Hikmah & Ulasan
     
  • Salam
  •  
  • Renungan
  •  
  • Etika Islam
  •  
  • Simponi Keluarga
  •  
  • Ruang Syari'ah
  • Warta & Feature
     
  • Sapa Muzakki
  •  
  • Suara Mustahik
  •  
  • Jejak Mulia
  •  
  • Ladang Keberkahan
  •  
  • Docil
  • Owner
     
  • BMT Ummat Mandiri
  •  
  • BMT
  •  
  • SAR
  •  
  • Sekolah Alam
  •  
  • Pesantren
  •            
    BMH Balikpapan©2010