|
|
|
|
| Senin, 27 Desember 2010 21:41:43 Dibaca : 104 kali | Beri Acungan Jempol | Siti Aisyah | Wanita satu ini berpendapat bencana yang melanda negeri ini patut memdapat perhatian dari semua pihak & sudah tentu aksi nyata untuk mereka, dan itulahlah yang di lakukan BMH di lokasi-lokasi bencana untuk membantu para korban yang sedang didera musibah. [ selengkapnya... ] | | |
| |
| Minggu, 24 Oktober 2010 22:13:03 Dibaca : 137 kali | Kurban BMH Lebih Terorganisir | Siti Rosiani Habibah | Bukan tanpa alasan jika Siti Rosani Habibah, memilih BMH sebagai tempat untuk menyalurkan kurbannya, semunya telah dipikirkan masak-masak. [ selengkapnya... ] | | |
| |
| Kamis, 14 Oktober 2010 01:48:21 Dibaca : 88 kali | Pola hidup Islami, pasti sehat! | Muhammad Romi Almuhajir | Jika menelisik Islam lebih dalam, maka sesungguhnya agama yang diturunkan pada abad ke VI Masehi ini penuh dengan hikmah kehidupan dan ilmu pengetahuan. Salah satunya anjuran makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Bahwa untuk urusan makan hendaknya ummat Nabi Muhammad tidak berlebih-lebihan. Perut diisi dengan tiga bagian, air, udara dan makanan. [ selengkapnya... ] | | |
| |
| Kamis, 14 Oktober 2010 01:34:58 Dibaca : 136 kali | Arti Sebuah Ketulusan | Krestyarto, KAUR Kepegawaian & Keuangan Lapas Kelas IIA Balikpapan | Jika anda masih beranggapan penjara adalah sebuah tempat yang angker, seram dan menakutkan, cobalah sesekali berkunjung ke Lembaga Pemasyarakaan Balikpapan, bukan menjadi penghuni tetap tentunya. Di gedung yang bersebrangan dengan kejaksaan negri Balikpapan ini kesan tersebut seolah hilang digantikan dengan suasana damai dan asri, walaupun kedisiplinan masih sangat dijunjung tinggi disini. [ selengkapnya... ] | | |
| |
| Kamis, 14 Oktober 2010 01:25:31 Dibaca : 117 kali | Berawal di Titik Nol | Hendy, Owner Global Abadi | Kisah sukses yang dimulai dari modal nol bukanlah hal mudah, namun pria ini terbukti mampu melakukannya dalam waktu yang boleh dibilang relatif singkat.
Di tahun 2000 pria bernama Hendy ini nekat merantau ke Balikpapan dengan modal yang benar-benar pas-pasan, waktu itu uang yang ada di kantongnya hanya cukup untuk tiket kapal dan biaya hidup selama beberapa hari di Balikpapan, semuanya ia lakoni karena ia berjanji untuk menemui calon istrinya yang memang asli putri bumi etam. Padahal di kota asalnya ia telah mapan bekerja di sebuah perusahaan event organizer. [ selengkapnya... ] | | |
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|